Panah-Foundation

Pemuda Anti Narkoba dan Hiv / Aids Foundation

Other Language :
English French Spain Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Ciri Pemakai Narkoba


Terbayangkah jika satu diantara saudara kita atau teman dekat yang kita kenal dengan baik, ternyata seorang pemakai narkoba. Mungkin kita akan sangat kaget dan tidak percaya.

“ Saya kenal dia koq, rasanya tidak mungkin dia jadi pemakai narkoba..”
“ Anaknya baik banget, ga mungkin deh dia jadi pemakai. Lagipula kayaknya dia happy-happy aja, ga pernah ada masalah, jadi buat apa dia memakai narkoba ?”
“ Rasanya tidak mungkin dia jadi pemakai. Ia sangat cerdas dan prestasinya juga banyak.”
Ada beberapa tolakan lain yang enggan mengakui bahwa saudara atau teman dekat kita ternyata adalah seorang pemakai narkoba. Kenapa tidak mau diakui ? Bukankah di artikel lalu pernah disebutkan bahwa narkoba menyerang siapa saja, dimana saja dan bagaimanapun caranya.

Saya punya cerita seorang remaja SMU yang kuper karena jarang berteman karena ia lebih suka belajar dan membaca buku. Suatu ketika ada seorang temannya yang datang menawarkan sebuah obat yang bisa membuatnya tambah berkosentrasi. Ia tidak perlu memeras otak lebih banyak untuk mengingat segala macam rumus atau hapalan, cukup dengan mengkonsumsi obat tersebut saja. Pelajar SMU ini terbujuk, ia mau lebih berprestasi lagi, maka ia memutuskan untuk membeli dan memakai. Karena faktor sugesti, perasaan akibat kata-kata temannya bahwa obat ini berkhasiat meningkatkan kosentrasinya, maka remaja ini merasakan bahwa ia memang lebih bisa berkosentarsi. Akhirnya ia jadi sering menggunakannya, semakin lama semakin banyak, dan akhirnya ia mulai menunjukkan sifat-sifat khas pecandu.

Jadi kalau kita mengingat remaja SMU ini katakanlah Rendra namanya, apakah kita percaya dia bisa menjadi pemakai narkoba ?

Atau sebuah cerita lagi, teman saya ini sehari-harinya kuliah di PT Swasta paling top di Jakarta. Wajahnya yang ganteng dengan kendaraan sedan terbaru membuatnya tidak kehabisan mendapat pengagum. Wawan, sebut saja begitu sangat bahagia dengan hidupnya. Bapaknya kebetulan pengusaha yang tidak kenal korupsi jadi ia tidak khawatir kalau sewaktu-waktu bapaknya menjadi incaran polisi. Mamanya adalah perempuan lembut yang senang berorganisasi juga hobby membahagiakan anak dan suami. Pendek kata Wawan adalah orang yang bisa dicemburui karena bernasib baik. Suatu ketika ia datang kesebuah pesta teman di daerah puncak. Ketika ia pulang, mobilnya tabrakan dan ia tewas. Hasil visum dokter menyebutkan bahwa dalam tubuhnya ada narkoba dalam dosis tinggi.

Tak ada seorangpun mempercayainya. Tidak seorang pun menyangka bahwa Wawan akan menjadi korban narkoba juga. Ternyata pesta yang dihadirinya adalah pesta narkoba, dan kedatangannya kesana adalah untuk kesekian kalinya.

Wawan dan Rendra bukanlah orang yang punya masalah dengan kehidupan sosialnya. Wawan dan Rendra adalah orang-orang yang cukup puas dengan kehidupannya. Jadi bukan hanya orang yang bermasalah saja yang bisa kena narkoba, tapi orang-orang yang tidak punya masalah pun bisa menjadi pemakai narkoba.
Karena sebagian besar pemakai narkoba saat ini sudah menganggap narkoba sebagai bagian gaya hidup. Jika tidak ikut, mereka takut dikatakan kuno atau ga fungky. Pendapat yang tidak benar ini semakin diperparah dengan perasaan sugesti akibat terbujuk omongan yang tidak ada dasarnya. Seperti kasus Rendra, ia sudah menganggap bahwa narkoba-lah yang membuatnya lebih berkosentrasi. Padahal kenyataan sebenarnya, karena kemauan dan otaknya yang cerdas lah yang memungkinkan dia mencapai kosentrasi tinggi.

Jadi, siapapun diantara kita, saudara atau teman bisa menjadi pemakai narkoba. Kenali gejala-gejala ini jika ada diantara saudara atau teman yang memilikinya. Sebab inilah gejala orang yang menjadi pemakai narkoba dan mulai menjadi pecandu.

Perubahan perangai atau perilaku sehari-hari. Seperti biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung, mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas. Tapi bisa juga yang terjadi sebaliknya. Jika ia semula pendiam, tiba-tiba berubah menjadi lebih periang dan mudah tertawa.
Sering menguap dan mengantuk, malas, melamun dan tidak mempedulikan kebersihan atau penampilan diri Tapi kadang-kadang bisa berubah menjadi rajin sekali, bahkan seperti tidak kenal lelah.
Menjadi tidak disiplin atau sering kabur baik dirumah atau disekolah
Nilai rapor atau prestasi yang lain menurun
Lebih sering menyendiri, bersembunyi di tempat-tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang
Lingkungan pergaulannya berbeda dari biasanya, atau lebih senang bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai ciri-ciri seperti tanda-tanda diatas.
Mencuri apa saja milik orang tua atau saudara untuk alasan yang tidak jelas, karena ia membutuhkan uang tersebut untuk membeli narkoba.
Sering cemas, mudah stress atau gelisah, sukar tidur dan mudah curiga
Pelupa seperti orang bego atau pikun
Mata merah seperti mengantuk terus dan biasanya menyembunyikannya dengan memakai kaca mata hitam

Generasi Muda Bergeraklah !!!!!


Penyalahgunaan, penyimpangan dan peredaran gelap narkoba menjadi momok dunia global. Berbagai langkah yang dilakukan baik oleh satu negara maupun melalui kerjasama global semakin intensif dilakukan untuk mencegah laju penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Namun ternyata dewasa ini lingkaran setan penyalahgunaan, penyimpangan dan peredaran gelap itu semakin menjadi.
Sekarang yang menjadi sasaran peredaran gelap itu tidak lagi mengenal batas stratifikasi sosial dan usia. Narkobapun telah menyebar bukan hanya di kota-kota, tapi juga di daerah-daerah terpencil. Para pengguna narkoba bukan lagi terbatas pada usia dewasa, tapi anak usia dinipun telah menjadi korbannya, bahkan yang paling rentan adalah generasi muda usia remaja dan muda.
Apa itu Narkoba? Menurut WHO (1982), Narkoba adalah semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis, tidak termasuk makanan, air dan oksigen yang mana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal
NARKOBA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan/Zat Adiktif, selain istilah narkoba dikenal pula istilah NAPZA yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan
Sedangkan Psikotropika adalah zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku
Kemudian Zat Adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik.
Penyalahgunaan, penyimpangan dan peredaran gelap narkoba yang telah menimbulkan banyak korban dan banyak masalah sosial lainnya di dunia.
Untuk konteks Indonesia, ternyata negeri ini bukan lagi sekadar menjadi daerah sasaran peredaran gelap atau sekadar sasaran transaksi atau transit narkoba, tapi dari kabar-kabar setahun terakhir ini, Indonesia telah menjadi salah satu negara yang dijadikan tempat produksi narkoba dalam skala besar (menjadi negara produsen). Ini terbukti dengan beberapa kasus-kasus tertangkapnya bandar besar narkoba, jaringan atau sindikatnya dan terbongkarnya pabrik-pabrik besar yang memproduksi narkoba di Indonesia.
Hal ini tentu saja memiriskan, juga mengkhawatirkan, terutama terkait dengan masa depan dan keberlangsungan bangsa. Jika generasi muda negeri ini dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun semakin banyak yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan menjadi korban. Maka alamat lost generasi akan terjadi di negeri ini.
Masalah selanjutnya adalah bahwa narkoba tidak hanya berdampak semakin ‘teler’ dan kecanduannya bagi pemakainya, tapi juga ada dampak lain yang tak kalah mengkhawatirkan yakni bahaya penyebaran HIV/AIDS di kalangan pengguna narkoba wabilkhusus narkoba suntik atau lebih dikenal dengan Inject Drugs Users (IDU)/Pengguna Narkoba Suntik (Penasun).
Sebagai gambaran saja, mengenai penggunaan Jarum Suntik dan kaitannya dengan endemi HIV/AIDS di Dunia. Sampai saat ini diperkirakan terdapat 13.2 juta pengguna jarum suntik di dunia. Penggunaan jarum suntik ini sudah dilaporkan berkembang pesat di 134 negara, kemudian di 114 negara tersebut di antaranya melaporkan adanya HIV di kalangan pengguna narkoba suntiknya. Untuk konteks Asia, epidemi HIV/AIDS di kalangan pengguna narkoba suntik sebagai salah satu penyumbang terbanyak pada epidemi HIV/AIDS di Asia.
Konteks Indonesia, di tiga daerah terbesar endemi HIV/AIDSnya seperti Jakarta, Jawa Barat dan Papua, dilaporkan bahwa tingkat penyebaran HIV/AIDS di Jakarta dan Jawa Barat paling banyak menyebar di kalangan pengguna narkoba suntik, kecuali Papua yang mana HIV/AIDS menyebar lebih banyak lewat hubungan seksual.
Selanjutnya, problem lain dalam pencegahan penyalahgunaan, pemberantasan dan peredaran gelap narkoba adalah pada aspek penegakan hukum. Di satu sisi, banyak pencandu yang kemudian menjadi tersangka, padahal mereka adalah korban, sedangkan masih banyak bandar narkoba yang lepas dari jerat hukum. Sehingga penegakan hukum masih dirasa belum kuat untuk menimbulkan efek jera bagi para aktor-aktor penjahat narkoba. Apalagi jika kita berbicara tentang keterlibatan aparatur negara di dalamnya (baca: yang ikut nge-backing), pastilah ribet seperti mengurai benang kusut.
Karena itu, upaya yang simultan, kontinyu, sinergi, dan massif harus segera dilakukan, baik sebagai individu maupun secara kolektif untuk melakukan pemberdayaan generasi muda. Terutama melalui gerakan massif sosialisasi tentang bahaya narkoba dan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba, termasuk memperbanyak informasi mengenai HIV/AIDS kepada remaja, serta meningkatkan partisipasi dan memperkuat kerja sama antar generasi muda untuk bersama dalam gerakan Youth Againts Drugs. Jangan menunggu pemerintah, karena mereka pasti takkan mampu! Ngurusi masalah yang laen aja keteteran!
Ayoo...berbuat dan bergeraklah!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Costumer service

Mahdy


Arief


SUPPORT US
Donasi untuk kami dapat Anda salurkan melalui :

No.Rek 1710679319
Kantor Cabang : Pontianak
Atas Nama : Hajon Mahdy

Donasi Anda Sangat Berharga Untuk Membantu Kami Memberantas Narkoba dan Hiv/Aids

Chatbox

Our Sponsor :
~•۩•~ panah akan melakukan Sosialisasi anti aids sedunia tanggal 13 desember 2010 dengan melibatkan seluruh Sekolah di Kota Pontianak ~•۩•~ Panah adalah Organisasi Pemuda yang tanpa ada campur tangan dari orang lain atau bisa dikatakan sebagai Organisasi yang berdiri sendiri ~•۩•~ Organisasi Panah didirikan 24 januari 2009 Oleh remaja-remaja yang tergabung dalam fasilitator BNP Kalimantan Barat ~•۩•~ Saat ini kami membutuhkan Donasi untuk kegiatan-kegiatan kami, karena kami sama sekali tida memiliki donatur dana ~•۩•~ Anda dapat Menghubungi kami di +6285252127399 ~•۩•~ Alamat : Jl. Hasanudin, gang.Kakap 01, Nomor 27, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia ~•۩•~