
Salah satu akibat narkotika adalah mempengaruhi kerja otak. Pemakaian narkoba sangat mempengaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh. Karena bekerja pada otak, narkoba mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Itulah sebabnya narkoba disebut zat psikoaktif.
Menurut Laurensius Daniel Agen, SKM, Dosen Akper Darma Insan Pontianak, ada beberapa macam pengaruh narkoba pada kerja otak. Ada yang menghambat kerja otak, disebut depresansia, sehingga kesadaran menurun dan timbul kantuk. Contoh golongan ini adalah opioida yang di masyarakat awan dikenal dengan candu, morfin, heroin dan petidin. Kemudian obat penenang atau obat tidur (sedativa dan hipnotika) seperti pil BK, Lexo, Rohyp, MG dan sebagainya, serta alkohol.
Namun ada pula narkoba yang memacu kerja otak, disebut stimulansia, sehingga timbul rasa segar dan semangat, percaya diri meningkat, hubungan dengan orang lain menjadi akrab. Akan tetapi menyebabkan tidak bisa tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Contohnya adalah amfetamin, ekstasi, shabu, kokain, dan nikotin yang terdapat dalam tembakau. Ada pula narkoba yang menyebabkan khayal, disebut halusinogenika. Contoh LSD. Ganja menimbulkan berbagai pengaruh, seperti berubahnya persepsi waktu dan ruang, serta meningkatnya daya khayal, sehingga ganja dapat digolongkan sebagai halusinogenika.
Agen mengatakan, dalam sel otak terdapat bermacam-macam zat kimia yang disebut neurotransmitter. Zat kimia ini bekerja pada sambungan sel saraf yang satu dengan sel saraf lainnya (sinaps). Beberapa di antara neurotransmitter itu mirip dengan beberapa jenis narkoba. Semua zat psikoaktif (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lain) dapat mengubah perilaku, perasaan dan pikiran seseorang melalui pengaruhnya terhadap salah satu atau beberapa neurotransmitter. Neurotransmitter yang paling berperan dalam terjadinya ketergantungan adalah dopamin.
Bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan adalah sistem limbus. Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbus, sebagai pusat kenikmatan. Jika narkoba masuk ke dalam tubuh, dengan cara ditelan, dihirup, atau disuntikkan, maka narkoba mengubah susunan biokimiawi neurotransmitter pada sistem limbus. Karena ada asupan narkoba dari luar, produksi dalam tubuh terhenti atau terganggu, sehingga ia akan selalu membutuhkan narkoba dari luar.
“Yang terjadi pada ketergantungan adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Jika mengonsumsi narkoba, otak membaca tanggapan orang itu. Jika merasa nyaman, otak mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan akan memberikan kesan menyenangkan. Jika memakai narkoba lagi, orang kembali merasa nikmat seolah-olah kebutuhan batinnya terpuaskan. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari sebagai prioritas sebab menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program salah, seolah-olah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok. Terjadi kecanduan atau ketergantungan,” kata dia.
Pada ketergantungan, orang harus senantiasa memakai narkoba, jika tidak, timbul gejala putus zat, jika pemakaiannya dihentikan atau jumlahnya dikurangi. Gejalanya bergantung jenis narkoba yang digunakan. Gejala putus opioida (heroin) mirip orang sakit flu berat, yaitu hidung berair, keluar air mata, bulu badan berdiri, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan sulit tidur.
Narkoba juga mengganggu fungsi organ-organ tubuh lain, seperti jantung, paru-paru, hati dan sistem reproduksi, sehingga dapat timbul berbagai penyakit. Contoh: opioida menyebabkan sembelit, gangguan menstruasi, dan impotensi. Jika memakai jarum suntik bergantian berisiko tertular virus hepatitis B/C (penyakit radang hati). Juga berisiko tertular HIV/AIDS yang menurunkan kekebalan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi, dan dapat menyebabkan kematian. Ganja menyebabkan hilangnya minat, daya ingat terganggu, gangguan jiwa, bingung, depresi, serta menurunnya kesuburan. Sedangkan kokain dapat menyebabkan tulang sekat hidung menipis atau berlubang, hilangnya memori, gangguan jiwa, kerja jantung meningkat, dan serangan jantung.
Jadi, perasaan nikmat, rasa nyaman, tenang atau rasa gembira yang dicari mula-mula oleh pemakai narkoba, harus dibayar sangat mahal oleh dampak buruknya. Seperti ketergantungan, kerusakan berbagai organ tubuh, berbagai macam penyakit, rusaknya hubungan dengan keluarga dan teman-teman, rongrongan bahkan kebangkrutan keuangan, rusaknya kehidupan moral, putus sekolah, pengangguran, serta hancurnya masa depan dirinya.
Akibat lain menurut dia adalah terancam disfungsi seksual. Dalam hal ini narkoba mengakibatkan kecanduan yang sulit diatasi karena adanya withdrawal syndrome yang dikenal sebagai “sakauw”. Belakangan ini penyalahgunaannya semakin luas di kalangan masyarakat, baik muda maupun tua. Banyak alasan dikemukakan. Dari sebagai gaya hidup, dibujuk orang lain agar tergantung dan penjadi kemudian pelanggan tetap, sebagai pelarian dari masalah, dan belakangan popular anggapan narkoba bisa meningkatkan fungsi seksual. Anggapan itu tidak terbukti, sebaliknya dapat merusak fungsi seksual dan organ tubuh yang lain.
Ada beberapa golongan Narkoba; narkotika (opiat, candu), halusinogenik (ganja atau mariyuana), stimulan (ecstasy, shabu-shabu), depresan (obat penenang). Masing-masing memiliki efek sendiri-sendiri terhadap penggunanya.
Opiat yang menghasilkan heroin atau putauw membuat perasaan pengguna seperti melayang, enak atau senang luar biasa (euforia). Ganja atau mariyuana (kelompok halusinogenik) akibatkan timbulnya halusinasi, sebagai pengguna tampak senang berkhayal. 40 – 60% pengguna melaporkan efek samping yang tidak menyenangkan seperti muntah, sakit kepala, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri dan lain-lain. Sementara zat stimulant (ecstasy, shabu-shabu), zat terkandung di dalamnya merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan rangsangan fisik dan psikis. Pengguna ecstasy bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tak ingin tidur dan makan.
Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan gangguan fisik dan psikis. Semua tergantung jenis narkoba yang dipakai, cara penggunaan dan lamanya penggunaan. Gangguan itu yang terjadi antara lain; kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, lambung, paru/pernafasan, jantung dan pembuluh darah, penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik yang dipakai bergantian, kelumpuhan otot, gangguan neurologis, kehamilan, kelainan hormon, dan kanker.
Sementara gangguan psikisnya adalah; sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku sampai mengalami sakit jiwa. Akibat fisik dan psikis adalah kurang bisa berhubungan sosial dengan orang lain, merugikan orang lain, contoh: perkelahian, kecelakaan lalu lintas.
Narkoba, kata Agen, juga mengganggu fungsi seksual reproduksi. Heroin, walaupun menimbulkan euforia, tetapi berpengaruh buruk bagi fungsi seksual. Pada pria bisa menurunkan kadar hormon testosteron, menurunnya dorongan seks, disfungsi ereksi dan hambatan ejakulasi. Pada wanita menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan, mengecilnya payudara dan keluarnya cairan dari payudara.
Sedangkan Mariyuana selain menimbukan halusinasi berakibat buruk pula bagi fungsi seksual.Pada pria, bisa membuat ukuran testis atau buah pelir mengecil. Menurunnya kadar hormon testosteron, pembesaran payudara pria, dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, gangguan pada sperma. Sementara pada wanita bias mengakibatkan gangguan pada sel telur, hambatan menjadi hamil/ terhambatnya proses kelahiran, dorongan seksual menurun.
Ecstasy sendiri sifat stimulannya membuat pengguna terus bersemangat tinggi, gembira, ingin gerak terus. Meskipun menimbulkan pengaruh merangsang, tetapi tidak timbulkan efek positif bagi fungsi seksual. Ecstasy meningkatkan pelepasan neurotransmitter dopamin di dalam otak, yang kemudian merangsang perilaku seksual dan bisa mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol perilaku seksual. Pengguna jadi berani melakukan hubungan seks tanpa pikirkan resiko yang mungkin terjadi.
Sementara Depresan atau obat penenang dapat pula berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Penggunaan barbiturat menyebabkan gangguan metabolisme testosteron dan estrogen. Pada pria bisa menurunkan dorongan seksual dan disfungsi ereksi. Pada wanita mengakibarkan gangguan menstruasi, dorongan seksual menurun dan sukar mencapai orgasme.
Oleh sebab itu lah, Agen mengingatkan agar generasi muda menjauhi narkoba. Jangan sekali pun mencoba jika tak ingin terjerumus lebih dalam. ”Banyak hal positif yang bisa kita buat. Narkoba akan membunuh penggunanya pelan-pelan,” tegas dia.

Prof. Dr. dr H. Dadang Hawari dikenal sebagai sosok yang tidak asing lagi di kalangan pemerintahan, ilmuwan, agamawan, dan juga masyarakat awam. Aktifitasnya beragam, mulai psikiater, mengisi ceramah masalah kesehatan, hinga meniti karir akademisnya menjadi Guru Besar Tetap di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurut pria kelahiran Pekalongan 16 Juni 1940 ini persoalan narkoba tidak bisa diberantas tuntas karena ada oknum internal yang turut bermain.
Terkait terbongkarnya pabrik terbesar ekstasi Serang, Banten, reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancara beliau seputar efek narkoba dan ruang lingkup di dalamnya. Berikut kutipan wawancaranya :
Bagaimana seorang tertarik dengan NAPZA ?Obat itu sifatnya adiktif. Adiktif artinya membuat kecanduan, ketergantungan. Kalau orang menstop ekstasi, timbul gejala kebalikan. Jadi kalau pakai timbul rasa gembira, rasa percaya diri. Semuanya semu, semangat kerja, tidak tidur segala macam, tapi semua itu semu. Jika berhenti mengkonsumsi akan drop, maka dia merasa tidak berguna, hilang semangat, sampai berniat bunuh diri. Cara menghilangkan rasa sakitnya harus dengan menambah dosis lebih banyak lagi. Berawal satu tablet menjadi dua tablet terus.. terus dan terus naik. Satu minggu satu kali akhirnya dua kali hingga menjadi sebuah kebiasaan. Ini akan menambah nagih terus. Akibatnya pelaku akan terganggu sistem transmisi saraf di otaknya.
Klasifikasi NAPZA ?Bentuknya bermacam-macam. Ekstasi itu golongan amphetamine yang bisa dibuat dalam pil yaitu ekstasi, bentuk kristal (shabu-shabu), bentuk ganja (putaw) serta bentuk heroin (kokain). minuman keras pun masuk kategori narkoba.
Awal mula sejarah ekstasi ?Mula-mula ekstasi ini ditemukan oleh Dokter Jerman pada waktu perang dunia kedua. Tujuannya supaya serdadu-serdadu jerman kuat, melek terus, agresif maka dalam ransumnya dibekali zat kimia bernama ekstasi. Efeknya jadi kacau balau, urat sarafnya terganggu, jadi ngaco. Mengingat hal itu, maka pada tahun 1947 oleh Konvensi Jenewa penggunaan ekstasi dilarang. Zat ini pun Tidak boleh digunakan dalam pengobatan. Setelah sekian lama, muncul lagi dalam bentuk penyalahgunaan. Orang yang memakai hanya untuk bergembira ria, memacu semangat biar tidak tidur. Biasanya pemakainya orang-orang yang terjun di kehidupan malam tidak bisa lepas dari hal itu.
Apakah peran media terhadapa informasi NAPZA ?Media itu memberitakan baik, tapi harus disertakan efek negatif dari ekstasi. Efeknya harus dijelaskan. Memang anak muda itu cuma ingin nyoba aja…… Mula-mula dari pergaulan dengan mencoba sedikit demi sedikit. Dari segi agama lebih ampuh lagi, anak-anak itu biasanya tidak makan babi, karena mengetahui itu haram. Kita harus sosialisasikan bahwa ekstasi dan shabu-shabu itu haram. Penegasan dalili Al-Quran surat Al-Maidah ayat 90-91 yang menjelaskan larangan judi, meramal-ramal nasib dan minuman keras, berikut keterarangan Hadits yang menyatakan semua bahan yang melemahkan, mengganggu akal sehat dan memabukan dilarang. Hadits ini jika dispesifikan mengarah kepada ganja,. Ekstasi, kokain dan yang lainnya. Namun ironisnya undang-undang terkait minuman keras tidak ada. Sejak tahun 1985 diajukan sampai sekarang tidak ada ujung pangkalnya. Itu urusan politis. Sekarang kecenderungannya jika seseorang sulit untuk mendapatkan ekstasi, maka larinya ke minuman keras. Malah dipropagandakan dalam iklan dan tayangan sinetron-sinetron. Jika dihitung tentang bahaya, lebih berbahaya alkohol. Pasalnya orang yang mabuk akan langsung melakukan motif kejahatannya, sedangkan orang yang memakai nakoba biasanya untuk kepentingan pribadinya. Hanya saja narkoba akan menyulitkan pihak keluarganya. Menurut statistik, warga Amrika yang meninggal di jalan raya akibat mabuk lebih banyak daripada jumlah serdadu Amerika yang tewas di medan perang. Orang Barat saja menyimpulkan perbuatan tersebut lebih banyak mudaratnya daripada segi manfaatnya. Padahal mereka bukan muslim. Dalam keterangan statistik lainnya dijelaskan keuntungan yang diraup bandar narkoba mencapai tujuh kali lipat dari keuntungan pemerintah.
Jumlah pemakai narkoba di Indonesia ?Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan sekitar 4 juta orang yang mengkonsumsi barang haram ini. Jumlah ini termasuk didalamnya ganja, ekstasi, serta putaw. Itu yang terdata, sedangkan yang tidak terlihat seperti minuman keras dan rokok belum diketahui. Di Indonesia, setiap tahun 57 ribu orang mati karena rokok. Pemerintah acuh saja. Hal ini bertolak belakang dengan visi negara kita yang mencanangkan Indoensia Sehat 2010. Itulah yang jadi kesulitan bangsa kita. Sebetulnya sih…. mudah, tapi karena sogokan uang jadi sulit untuk diberantas.
Cara berhenti mengkonsumi narkoba ?Semua penyakit ada obatnya, jika obatnya tepat melalui izin Allah bisa sembuh. Istilahnya berobat dan bertobat sebelum tertangkap. Caranya tanpa metode substitusi (tanpa zat pengganti -red). Sekarang banyak juga dokter yang mengganti zatnya dengan metadon atau subutex. Metadon isinya morphin atau heroin sintesa. Jadi sama saja tidak menyembuhkan. Jadi metode tersebut secara tidak langsung memindahkan bandar yang asalnya dari luar, sekarang bisa membeli dari dokter. Mengenai kasus ini belum ada tindakan tegas, karena yang melakukannya adalah dokter yang juga psikiater senior. Metode yang saya pakai tanpa substitusi sudah mendapat penghargaan dari pemerintah dan PBB. Namun, mereka belum mau menerapkannya. Proyek substitusi ini merupakan proyek gagal yang dilancarkan mafia kepada Australia dan Thailand. Prosesnya dilegalkan meski caranya sangat illegal.
Terungkapnya pabrik ekstasi terbesar di Serang ?Sebetulnya hal ini telah diketahui sejak tujuh tahun silam. Selama ini orang bukannya tidak tahu. Buktinya ada di Mabes Polri yang mengetahui kasus ini, namun dengan upaya sogok kasus ini ditutup. Intinya ada orang dalam yang ikut bermain.
Saran bagi generasi muda ?Dalil Al-Maidah ayat 90-91 ini harus disosalisasikan. Jelaskan pula bahwa hal itu hukumnya haram. Jika haram, mencoba saja tidak boleh. Fatwa majelis ulama, satu botol air terkena satu tetes alkohol saja sudah haram. Mencoba-coba saja tidak boleh, karena sulit berhentinya. Kepada kaum muslimin jauhilah narkoba, karena proyek ini merupakan strategi global kelompok tertentu supaya generasi muda kita hancur.

Kurang lebih th. 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga opion atau kemudian dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India,Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya.
Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional; bahkan di abad XIX terjadi perangcandu dimana akhirnya Cina ditaklukan Inggris dengan harus merelakan Hong Kong.
Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim sertuner menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morphius).
Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di A.S. Morphin ini sangat populer dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang sebahagian tahanan-tahanan tersebut "ketagihan" disebut sebagai "penyakit tentara"
Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang ada pada sejenis jamur) Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada anjing yaitu: anjing tersebut tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun 1898 pabrik obat "Bayer" memproduksi obat tersebut dengannama Heroin, sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer).
Tahun 60-an - 70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah "Golden Triangle" yaitu Myanmar, Thailand & Laos. Dengan produksi: 700 ribu ton setiap tahun. Juga pada daerah "Golden Crescent" yaitu Pakistan, Iran dan Afganistan dari Golden Crescent menuju Afrika danAmerika.
Selain morphin & heroin adalagi jenis lain yaitu kokain (ery throxylor coca) berasal dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan Bolavia. Biasanya digunakan untuk penyembuhan Asma dan TBC.
Di akhir tahun 70-an ketika tingkat tekanan hidup manusia semakin meningkat serta tekhnologi mendukung maka diberilah campuran-campuran khusus agar candu tersebut dapat juga dalam bentuk obat-obatan.
1.Meth-MethamphetamineMetamfetamina dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Dipasarkan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian. Efek fisik dapat mencakup anoreksia, hiperaktif, pupil melebar, kemerahan, kegelisahan, mulut kering, sakit kepala, takikardia, Bradycardia, tachypnea, hipertensi, hipotensi, hipertermia, diaphoresis, diare, sembelit, penglihatan kabur, pusing, berkedut, insomnia, kesemutan, jantung berdebar , aritmia, jerawat, pucat, kejang-kejang, serangan jantung, stroke, dan kematian dapat terjad
2.N2ONitrous oxide (N2O) adalah obat disosiatif yang dapat menyebabkan analgesia, depersonalization, derealization, pusing, euforia, dan beberapa distorsi suara. Penelitian ini juga menemukan bahwa meningkatkan sugesti dan imajinasi
3.PsilocinSebuah obat halusinogen yang diperoleh dari jamur (Psilocybe mexicana). Efek yang timbul seperti dilatasi pupil, kegelisahan atau gejolak, euforia, terbuka dan mata tertutup visual (menengah umum pada dosis tinggi), sinestesia (mis. pendengaran melihat warna dan suara), meningkat suhu tubuh, sakit kepala, berkeringat dan menggigil, dan mual
4.SpeedSpeed lebih dikenal sebagai Amphetamine, adalah obat golongan stimulansia (hanya dapat diperoleh dengan resep dokter) yang biasanya digunakan hanya untuk mengobati gangguan hiperaktif karena kurang perhatian pada pasien dewasa dan anak-anak. Efek fisik amphetamine dapat termasuk mengurangi nafsu makan, meningkat / terdistorsi sensasi, hiperaktif, pupil melebar, kemerahan, kegelisahan, mulut kering, disfungsi ereksi, sakit kepala, takikardia, peningkatan laju napas, tekanan darah meningkat, demam, berkeringat, diare, sembelit, kabur visi, gangguan bicara, pusing, gerakan yang tidak terkendali atau gemetar, insomnia, kesemutan, jantung berdebar, dan aritmia. Dalam dosis tinggi atau penggunaan kronis kejang-kejang, kulit kering atau gatal, jerawat, pucat dapat terjadi
5.CocaineSebuah senyawa kimia kristalin alkaloid, CHNO, diperoleh dari daun koka kering: itu dulu banyak digunakan dalam bidang kedokteran dan kedokteran gigi untuk mengurangi rasa sakit. Kokain meningkatkan kewaspadaan, perasaan kesejahteraan dan euforia, energi dan aktivitas motorik, perasaan kompetensi dan seksualitas. Kinerja atletik dapat ditingkatkan. Kegelisahan, ketakutan dan kegelisahan juga sering. Dengan dosis yang berlebihan, tremor, kejang-kejang dan peningkatan suhu tubuh yang diamati
6.Barb(Barbiturate)Dikenal sebagai obat depresan, seperti phenobarbital, berasal dari asam barbiturat dan digunakan sebagai obat penenang, obat tidur, anticonvulsant, dll. Seperti etanol, barbiturat yang memabukkan dan menghasilkan efek yang sama selama mabuk. Gejala keracunan barbiturat termasuk depresi pernapasan, menurunkan tekanan darah, kelelahan, demam, kegembiraan luar biasa, lekas marah, pusing, konsentrasi yang buruk, obat penenang, kebingungan, gangguan koordinasi, gangguan penilaian, kecanduan, dan pernapasan yang dapat menyebabkan kematian
7.Amphetamin(Merujuk pada no 4.Speed - karena hampir sama)
8.EcstasyTermasuk keluarga dari Amphetamine, yang memperlambat reaksi berpikir
9.GHBAdalah zat alami yang ditemukan dalam sistem saraf pusat, anggur, daging sapi, jeruk kecil, dan hampir semua binatang dalam jumlah kecil dan digunakan dalam pengaturan medis sebagai anestesi umum, untuk merawat kondisi seperti insomnia, depresi klinis, narkolepsi, dan alkohol, dan untuk meningkatkan kinerja atletik. Pengaruhnya termasuk insomnia, gelisah, cemas, tremor, berkeringat, kehilangan nafsu makan, kegelisahan, takikardia, nyeri dada dan kekakuan, nyeri otot dan tulang, kepekaan terhadap rangsangan eksternal (suara, cahaya, sentuhan), dysphoria, dan ketumpulan mental
10.MCat (Methcathinone)Adalah stimulan psikoaktif, kadang-kadang digunakan sebagai obat rekreasi dan dianggap kecanduan. Efeknya adalah mudah dehidrasi, perasaan euforia, meningkatkan kewaspadaan, pupil membesar, nafas cepat, denyut jantung meningkat, tidak berhenti bicara, dll
11.Alcohol (Alkohol)Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol. Gw rasa dah tau semua tentang alkohol, efeknya banyak hingga menjurus ke kematian. Efek-efeknya bisa lihat di gambar berikut
12 dan 13. Indica dan Sativa (Cannabis) – MarijuanaDua jenis narkoba ini termasuk ke dalam golongan Cannabis atau Ganja. Semuanya memiliki kandungan THC (Tetra Hydro Cannabinol) yang berbeda - beda tingkat kadarnya untuk setiap jenisnya. Jenis Cannabis Indica mengandung THC paling banyak, disusul jenis Cannabis Sativa, dan jenis Cannabis Ruderalis mengandung THC paling sedikit. THC sendiri adalah zat psikoaktif yang berefek halusinasi dan ini terdapat dalam keseluruhan pada bagian tanaman ganja, baik daunnya, rantingnya, ataupun bijinya. Karena kandungan THC inilah, maka setiap orang yang menyalahgunakan ganja akan terkena efek psikoaktif yang sangat membahayakan. Pasti kalian dah tau semua tentang ganja. Efek-efek negatifnya juga banyak dan bisa dilihat di gambar berikut
14.CaffeineNih kayaknya jg dah familiar di telinga kita. Zat ini terdapat pada kopi, teh, kacang kola. Kafein adalah ergogenic yang meningkatkan kemampuan seseorang untuk mental atau fisik tenaga kerja. Walaupun relatif aman bagi manusia, kafein jauh lebih beracun untuk beberapa hewan lain seperti anjing, kuda, dan burung kakaktua karena kemampuan yang lebih minim untuk memetabolisme senyawa ini. Efek jika terlalu banyak mengkonsumsi caffeine bisa dilihat digamba">
15.LSDLSD dapat menyebabkan pelebaran pupil, berkurangnya nafsu makan, dan terjaga. Reaksi fisik lainnya LSD sangat bervariasi dan tidak spesifik, seperti mati rasa, lemah, mual, hipotermia atau hipertermia (penurunan atau peningkatan suhu tubuh), gula darah tinggi, merinding, peningkatan denyut jantung, rahang mengepal, keringat, produksi air liur, lendir produksi, sulit tidur, hyperreflexia , dan tremor
16.KetamineKetamine memiliki berbagai efek pada manusia, termasuk analgesia, anestesi, halusinasi, tekanan darah tinggi, dll. Ketamine digunakan terutama untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum, biasanya dalam kombinasi dengan beberapa obat penenang. Kegunaan lain meliputi sedasi di ICU, analgesia (terutama di emergency medicine), dan pengobatan bronchospasm. Juga merupakan obat bius populer dalam kedokteran hewan
17.HeroinHeroin, atau diacetylmorphine (INN), juga dikenal sebagai diamorfin (BAN), adalah semi-sintetis obat opioid, disintesis dari morfin, turunan dari opium poppy. Sebagaimana dengan opioid lain, heroin digunakan baik sebagai pembunuh rasa sakit dan obat rekreasi dan memiliki potensi yang sangat tinggi untuk penyalahgunaan. Efek dari heroin bisa dilihat pada gambar berikut
18.krackKeras, seperti potongan-potongan kerikil dari kokain murni yang disiapkan untuk dihisap seperti rokok. krack adalah bentuk kokain yang sangat addictive. Efek negatifnya banyak sekali, bisa dilihat pada gambar
19.MethadonAdalah sintetik opioid, secara medis digunakan sebagai analgesik, antitussive dan perawatan anti-kecanduan untuk digunakan pada pasien opioid. Efek negatif yg ada diantaranya pilek, menguap, bersin, mual, muntah, diare, demam, berkeringat, kedinginan, nyeri sendi, berpikiran bunuh diri, depresi, gelisah, panik, paranoid dll
20. MescalineEfek yang ditimbulkan mescaline seperti LSD yakni halusinasi, namun agak berbeda. Seperti LSD, mescaline menginduksi bentuk distorsi dan kaleidoskopis pengalaman nyata tetapi yang lebih jelas dengan mata tertutup dan di bawah kondisi cahaya rendah, namun semua deskripsi visual ini adalah murni subjektif.

Akan jadi apa bangsa kita, jika para remajanya terkontaminasi narkoba
Remaja, katanya generasi penerus bangsa. Masalahnya, akan seperti apa nasib bangsa kita jika remajanya adalah pengguna narkoba. Nah, sumber terbaru menyatakan, tercatat, 19 % dari jumlah remaja di Indonesia atau sekitar 14 ribu remaja, diindikasikan menjadi pengguna narkoba. Fenomena ini akan menjadi pertanda buruk bagi eksistensi bangsa, jika persoalan tersebut tak segera dicarikan solusinya. Pernyataan terbaru ini disampaikan Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono.
“Eksistensi bangsa akan terancam, manakala banyak remaja atau pemudanya yang menjadi pemakai narkoba,” kata, dalam peluncuran Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba bertajuk “Love in Action” yang digelar Polres Metro Jakarta Barat bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, di Central Park Podomoro City, Jl S Parman, Grogolpetamburan, Jakarta Barat, Sabtu (30/1) kemarin.
Remaja yang telah terkontaminasi oleh narkoba secara otomatis akan mengalami banyak problem. Mulai dari mengalami degradasi moral, penurunan intelektual, hingga penurunan produktivitas. Pada akhirnya mereka akan menjadi remaja pemalas dalam melaksanakan berbagai hal termasuk belajar.
“Bahkan hanya untuk mandi sekalipun, para pecandu narkoba juga menjadi malas,” lanjut Ani.
Selain itu, lanjutnya, remaja juga akan menjadi sangat cuek atau tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya. Mereka menjadi suka berbohong kepada keluarga maupun teman-temanya. Bahkan, mereka juga tidak takut lagi melakukan tindakan kriminal seperti mencuri barang, baik milik keluarganya sendiri maupun orang lain, hanya demi membeli narkoba. Lebih dari itu, kesehatan pemakai narkoba juga akan menjadi menurun. Berbagai penyakit, seperti hepatitis bahkan HIV/AIDS bisa menyerang mereka.
“Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh anak-anak Indonesia agar menjauhi narkoba. Jangan sampai mencoba-coba, karena sekali mencoba maka akan terperosok lebih dalam,” tegasnya.
Selanjutnya, ibu negara mengajak pada semua pihak untuk turut serta dalam mencegah bertambahnya pengguna narkoba. Berbagai lapisan masyarakat, termasuk orangtua juga harus lebih memperhatikan dan mengasihi anak-anak mereka.
“Bahkan hingga anak-anak sudah memasuki bangku kuliah sekalipun, kasih sayang disertai bimbingan harus tetap dilakukan,” pesanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyatakan dukunganya terhadap pemberantasan narkoba. Menurutnya, dalam memerangi narkoba diperlukan pendekatan preventif, edukatif, dan persuasif. Untuk itu dibutuhkan sinergi kerja sama yang erat dari berbagai pihak. Pemprov DKI bersama Polri akan terus memerangi narkoba khususnya di wilayah DKI Jakarta.
“Kita semua harus berperan aktif dalam menanggulangi narkoba, khususnya di DKI Jakarta untuk menuju Indonesia bebas narkoba 2015,” tegasnya.
Kapolres Metro Jakarta Barat yang juga ketua panitia acara, Kombes Abdul Kamil Razak, mengatakan, penyalahgunaan narkoba sampai kini masih menjadi masalah utama, bukan saja nasional tapi juga internasional.
“Maka dari itu, persoalan ini menuntut penyelesaian tuntas dari semua pihak, karena angka penggunaan narkoba semakin meningkat dari tahun ke tahun,” ucap Kamil.
Dibina
Lebih jauh, Ani juga mengatakan, sebaiknya pengguna narkoba tidak diperlakukan sebagai kriminal. Yang terjerumus menggunakan narkoba dibimbing dan ditempatkan di pusat rehabilitasi. Sedangkan bagi pengedar narkoba, Ani Yudhoyono menyatakan dukungan jika ditempatkan di penjara sebagai efek jeranya.
”Saya tidak sependapat dengan Kapolri yang memperlakukan para pemakai narkoba sebagai kriminal. Mereka seharusnya ditempatkan di panti rehabilitasi, bukan penjara,” kata Ani. Ani juga mengatakan pengguna narkoba berbeda dengan pengedar narkoba. Oleh karena itu, dalam memerangi narkoba, terutama terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, Ani meminta masyarakat dapat mengubah persepsi tentang pengguna narkoba. Sebaiknya, para pemakai narkoba jangan dijauhi dan jangan dikucilkan.
”Tetapi semestinya dirangkul, diawasi secara teratur secara periodik. Secara perlahan, mereka dapat diajak untuk meninggalkan narkoba,” sarannya.
Oleh karena itu, dia meminta kepada semua pihak terutama pihak-pihak terkait untuk lebih memberi perhatian terhadap penyalahgunaan narkoba yang kebanyakan dilakukan di kalangan remaja.

Terbayangkah jika satu diantara saudara kita atau teman dekat yang kita kenal dengan baik, ternyata seorang pemakai narkoba. Mungkin kita akan sangat kaget dan tidak percaya.
“ Saya kenal dia koq, rasanya tidak mungkin dia jadi pemakai narkoba..”
“ Anaknya baik banget, ga mungkin deh dia jadi pemakai. Lagipula kayaknya dia happy-happy aja, ga pernah ada masalah, jadi buat apa dia memakai narkoba ?”
“ Rasanya tidak mungkin dia jadi pemakai. Ia sangat cerdas dan prestasinya juga banyak.”
Ada beberapa tolakan lain yang enggan mengakui bahwa saudara atau teman dekat kita ternyata adalah seorang pemakai narkoba. Kenapa tidak mau diakui ? Bukankah di artikel lalu pernah disebutkan bahwa narkoba menyerang siapa saja, dimana saja dan bagaimanapun caranya.
Saya punya cerita seorang remaja SMU yang kuper karena jarang berteman karena ia lebih suka belajar dan membaca buku. Suatu ketika ada seorang temannya yang datang menawarkan sebuah obat yang bisa membuatnya tambah berkosentrasi. Ia tidak perlu memeras otak lebih banyak untuk mengingat segala macam rumus atau hapalan, cukup dengan mengkonsumsi obat tersebut saja. Pelajar SMU ini terbujuk, ia mau lebih berprestasi lagi, maka ia memutuskan untuk membeli dan memakai. Karena faktor sugesti, perasaan akibat kata-kata temannya bahwa obat ini berkhasiat meningkatkan kosentrasinya, maka remaja ini merasakan bahwa ia memang lebih bisa berkosentarsi. Akhirnya ia jadi sering menggunakannya, semakin lama semakin banyak, dan akhirnya ia mulai menunjukkan sifat-sifat khas pecandu.
Jadi kalau kita mengingat remaja SMU ini katakanlah Rendra namanya, apakah kita percaya dia bisa menjadi pemakai narkoba ?
Atau sebuah cerita lagi, teman saya ini sehari-harinya kuliah di PT Swasta paling top di Jakarta. Wajahnya yang ganteng dengan kendaraan sedan terbaru membuatnya tidak kehabisan mendapat pengagum. Wawan, sebut saja begitu sangat bahagia dengan hidupnya. Bapaknya kebetulan pengusaha yang tidak kenal korupsi jadi ia tidak khawatir kalau sewaktu-waktu bapaknya menjadi incaran polisi. Mamanya adalah perempuan lembut yang senang berorganisasi juga hobby membahagiakan anak dan suami. Pendek kata Wawan adalah orang yang bisa dicemburui karena bernasib baik. Suatu ketika ia datang kesebuah pesta teman di daerah puncak. Ketika ia pulang, mobilnya tabrakan dan ia tewas. Hasil visum dokter menyebutkan bahwa dalam tubuhnya ada narkoba dalam dosis tinggi.
Tak ada seorangpun mempercayainya. Tidak seorang pun menyangka bahwa Wawan akan menjadi korban narkoba juga. Ternyata pesta yang dihadirinya adalah pesta narkoba, dan kedatangannya kesana adalah untuk kesekian kalinya.
Wawan dan Rendra bukanlah orang yang punya masalah dengan kehidupan sosialnya. Wawan dan Rendra adalah orang-orang yang cukup puas dengan kehidupannya. Jadi bukan hanya orang yang bermasalah saja yang bisa kena narkoba, tapi orang-orang yang tidak punya masalah pun bisa menjadi pemakai narkoba.
Karena sebagian besar pemakai narkoba saat ini sudah menganggap narkoba sebagai bagian gaya hidup. Jika tidak ikut, mereka takut dikatakan kuno atau ga fungky. Pendapat yang tidak benar ini semakin diperparah dengan perasaan sugesti akibat terbujuk omongan yang tidak ada dasarnya. Seperti kasus Rendra, ia sudah menganggap bahwa narkoba-lah yang membuatnya lebih berkosentrasi. Padahal kenyataan sebenarnya, karena kemauan dan otaknya yang cerdas lah yang memungkinkan dia mencapai kosentrasi tinggi.
Jadi, siapapun diantara kita, saudara atau teman bisa menjadi pemakai narkoba. Kenali gejala-gejala ini jika ada diantara saudara atau teman yang memilikinya. Sebab inilah gejala orang yang menjadi pemakai narkoba dan mulai menjadi pecandu.
Perubahan perangai atau perilaku sehari-hari. Seperti biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung, mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas. Tapi bisa juga yang terjadi sebaliknya. Jika ia semula pendiam, tiba-tiba berubah menjadi lebih periang dan mudah tertawa.
Sering menguap dan mengantuk, malas, melamun dan tidak mempedulikan kebersihan atau penampilan diri Tapi kadang-kadang bisa berubah menjadi rajin sekali, bahkan seperti tidak kenal lelah.
Menjadi tidak disiplin atau sering kabur baik dirumah atau disekolah
Nilai rapor atau prestasi yang lain menurun
Lebih sering menyendiri, bersembunyi di tempat-tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang
Lingkungan pergaulannya berbeda dari biasanya, atau lebih senang bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai ciri-ciri seperti tanda-tanda diatas.
Mencuri apa saja milik orang tua atau saudara untuk alasan yang tidak jelas, karena ia membutuhkan uang tersebut untuk membeli narkoba.
Sering cemas, mudah stress atau gelisah, sukar tidur dan mudah curiga
Pelupa seperti orang bego atau pikun
Mata merah seperti mengantuk terus dan biasanya menyembunyikannya dengan memakai kaca mata hitam

Penyalahgunaan, penyimpangan dan peredaran gelap narkoba menjadi momok dunia global. Berbagai langkah yang dilakukan baik oleh satu negara maupun melalui kerjasama global semakin intensif dilakukan untuk mencegah laju penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Namun ternyata dewasa ini lingkaran setan penyalahgunaan, penyimpangan dan peredaran gelap itu semakin menjadi.
Sekarang yang menjadi sasaran peredaran gelap itu tidak lagi mengenal batas stratifikasi sosial dan usia. Narkobapun telah menyebar bukan hanya di kota-kota, tapi juga di daerah-daerah terpencil. Para pengguna narkoba bukan lagi terbatas pada usia dewasa, tapi anak usia dinipun telah menjadi korbannya, bahkan yang paling rentan adalah generasi muda usia remaja dan muda.
Apa itu Narkoba? Menurut WHO (1982), Narkoba adalah semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis, tidak termasuk makanan, air dan oksigen yang mana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal
NARKOBA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan/Zat Adiktif, selain istilah narkoba dikenal pula istilah NAPZA yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan
Sedangkan Psikotropika adalah zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku
Kemudian Zat Adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik.
Penyalahgunaan, penyimpangan dan peredaran gelap narkoba yang telah menimbulkan banyak korban dan banyak masalah sosial lainnya di dunia.
Untuk konteks Indonesia, ternyata negeri ini bukan lagi sekadar menjadi daerah sasaran peredaran gelap atau sekadar sasaran transaksi atau transit narkoba, tapi dari kabar-kabar setahun terakhir ini, Indonesia telah menjadi salah satu negara yang dijadikan tempat produksi narkoba dalam skala besar (menjadi negara produsen). Ini terbukti dengan beberapa kasus-kasus tertangkapnya bandar besar narkoba, jaringan atau sindikatnya dan terbongkarnya pabrik-pabrik besar yang memproduksi narkoba di Indonesia.
Hal ini tentu saja memiriskan, juga mengkhawatirkan, terutama terkait dengan masa depan dan keberlangsungan bangsa. Jika generasi muda negeri ini dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun semakin banyak yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan menjadi korban. Maka alamat lost generasi akan terjadi di negeri ini.
Masalah selanjutnya adalah bahwa narkoba tidak hanya berdampak semakin ‘teler’ dan kecanduannya bagi pemakainya, tapi juga ada dampak lain yang tak kalah mengkhawatirkan yakni bahaya penyebaran HIV/AIDS di kalangan pengguna narkoba wabilkhusus narkoba suntik atau lebih dikenal dengan Inject Drugs Users (IDU)/Pengguna Narkoba Suntik (Penasun).
Sebagai gambaran saja, mengenai penggunaan Jarum Suntik dan kaitannya dengan endemi HIV/AIDS di Dunia. Sampai saat ini diperkirakan terdapat 13.2 juta pengguna jarum suntik di dunia. Penggunaan jarum suntik ini sudah dilaporkan berkembang pesat di 134 negara, kemudian di 114 negara tersebut di antaranya melaporkan adanya HIV di kalangan pengguna narkoba suntiknya. Untuk konteks Asia, epidemi HIV/AIDS di kalangan pengguna narkoba suntik sebagai salah satu penyumbang terbanyak pada epidemi HIV/AIDS di Asia.
Konteks Indonesia, di tiga daerah terbesar endemi HIV/AIDSnya seperti Jakarta, Jawa Barat dan Papua, dilaporkan bahwa tingkat penyebaran HIV/AIDS di Jakarta dan Jawa Barat paling banyak menyebar di kalangan pengguna narkoba suntik, kecuali Papua yang mana HIV/AIDS menyebar lebih banyak lewat hubungan seksual.
Selanjutnya, problem lain dalam pencegahan penyalahgunaan, pemberantasan dan peredaran gelap narkoba adalah pada aspek penegakan hukum. Di satu sisi, banyak pencandu yang kemudian menjadi tersangka, padahal mereka adalah korban, sedangkan masih banyak bandar narkoba yang lepas dari jerat hukum. Sehingga penegakan hukum masih dirasa belum kuat untuk menimbulkan efek jera bagi para aktor-aktor penjahat narkoba. Apalagi jika kita berbicara tentang keterlibatan aparatur negara di dalamnya (baca: yang ikut nge-backing), pastilah ribet seperti mengurai benang kusut.
Karena itu, upaya yang simultan, kontinyu, sinergi, dan massif harus segera dilakukan, baik sebagai individu maupun secara kolektif untuk melakukan pemberdayaan generasi muda. Terutama melalui gerakan massif sosialisasi tentang bahaya narkoba dan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba, termasuk memperbanyak informasi mengenai HIV/AIDS kepada remaja, serta meningkatkan partisipasi dan memperkuat kerja sama antar generasi muda untuk bersama dalam gerakan Youth Againts Drugs. Jangan menunggu pemerintah, karena mereka pasti takkan mampu! Ngurusi masalah yang laen aja keteteran!
Ayoo...berbuat dan bergeraklah!